Taktik Hyundai Menuju Nol Karbon: Kendaraan Beroda Empat Listrik Sampai Hidrogen

Tak hingga setahun ke depan Indonesia sudah akan menjadi produsen kendaraan beroda empat listrik. Mobil listrik perdana itu akan lahir dari pabrik Hyundai yang berlokasi di Karawang.
Kendaraan listrik Hyundai Ioniq Electric. Foto: Dok. Detikcom

Jakarta -

Hyundai Motor Group (HMG) menargetkan nol emisi karbon atau net zero emission (NZE) dalam seluruh rantai produksinya di dunia pada tahun 2045. Hal itu diumumkan pabrikan asal Korea Selatan tersebut dalam pertemuan IAA Mobility di Munich, Jerman pada September 2021 kemudian.

Terbaru, Hyundai menggandeng BTS menciptakan challenge di TikTok, Instagram Reels, YouTube Shorts dengan tema kesadaran netralitas karbon. Kampanye ini ditujukan untuk generasi milenial dan Z untuk lebih sadar akan lingkungan.

Hyundai memiliki lima konsentrasi untuk meraih sasaran nol emisi karbon di tahun 2045. Mulai dari bikinan kendaraan beroda empat listrik sampai mengampanyekan aktivitas sosial ihwal pentingnya netralitas karbon.

1. Produksi Kendaraan Listrik

Hyundai menargetkan 100% elektrifikasi kendaraannya pada tahun 2035 untuk pasar Eropa dan tahun 2040 untuk pasar global. Salah satu strateginya dengan berinvestasi dalam platform teknologi dan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik di banyak sekali negara.

Di Indonesia, Hyundai Motor Indonesia gres saja membangun pabrik kendaraan listrik di Cikarang, Jawa Barat. Hyundai menjinjing dua lineup kendaraan beroda empat listrik (Electric Vehicle/EV) andalannya ke Indonesia sekaligus merupakan KONA Electric dan IONIQ Electric. Hyundai juga telah menciptakan charging station atau stasiun pengisian daya untuk mobil listrik di lebih dari 100 lokasi.

2. Pengembangan Bahan Bakar Hidrogen

Selain kendaraan listrik, Hyundai juga sedang mengembangkan kendaraan dan bisnis dengan sumber energi berbahan bakar hidrogen. Hyundai dan Departemen Energi AS sudah meneken MoU dalam pengembangan materi bakar hidrogen.

Selain itu, Hyundai juga sedang membangun pabrik hydrogen fuel cell system 'HTWO Guangzhou; di Guangzhou, China yang direncanakan berakhir tahun 2022. Beberapa langkah itu dilaksanakan untuk mengamankan energi terbarukan dengan RE100.

3. Pabrik Ramah Lingkungan

Seluruh pabrik Hyundai akan beralih menggunakan materi bakar energi terbarukan ibarat hidrogen dalam proses manufaktur maupun produksinya. Ini juga berlaku di pabrik-pabrik anggota Hyundai Motors Group mirip KIA, Hyundai Mobis, Hyundai Wia, dan Hyundai Trasys.

4. Rantai Pasok Bahan Baku

Hyundai akan memantau, memberi pedoman, dan mengiklankan terhadap pihak ketiga yang menunjukkan materi baku pengerjaan kendaraan yang diproduksinya. Ini mudah-mudahan target netralitas karbon tercapai di tahun 2045.

5. Daur Ulang

Sejak tahun 2012, Hyundai sudah menerapkan teknologi Carbon Capture Utilization & Storage atau CCUS yang mampu menangkap dan menanggulangi emisi karbon yang dilepaskan mobil berbahan bakar fosil di Korea. Selain itu, Hyundai meningkatkan daur ulang mobil hingga baterai yang sudah habis untuk mengurangi limbah.

Di Indonesia, Hyundai Motors Indonesia sedang mengampanyekan 'Driving Meaningful Innovation' usai peresmian pembangunan pabrik di Cikarang. Kampanye ini didedikasikan untuk melahirkan banyak sekali macam inovasi dalam dunia otomotif, termasuk mobil listrik yang notabene belum dijalankan pabrikan yang lain di Indonesia.

Temukan gosip lainnya ihwal Hyundai di hyundai.com serta ikuti akun media sosialnya di Instagram (@hyundaimotorindonesia), Facebok (Hyundai Motors Indonesia), Twitter (@hyundaimotorid), dan YouTube (Hyundai Motors Indonesia) untuk berita terbarunya atau cek di sini.



Simak Video "Tok! Hyundai Tak Lagi Produksi Mobil Listrik Ioniq"
[Gambas:Video 20detik]

Posting Komentar

0 Komentar