Aplikasi Ini Bantu Dapatkan Tukang Bangunan Handal

Gravel
Foto: Gravel

LMC -

Georgi Putra dan rekannya Fredy Yanto mengawinkan proyek-proyek infrastruktur dan bangunan dengan para tukang yang perkasa dengan memakai teknologi. Keduanya adalah juara 1 Hackathon Tech in Asia 2015.

'Perkawinan' tersebut dianggap selaku pemutus mata rantai kesusahan para pemilik proyek untuk menerima tukang-tukang yang hebat, dan bagi para tukang untuk mendapat pekerjaan.

Diketahui, pada tahun 2019, Georgi dan Freddy membangun Gravel yang bermaksud untuk menerima ribuan pekerja konstruksi yang mencari pekerjaan lewat platform biasa menyerupai artikel di media umum.

Keduanya menyadari kekurangan sumber daya menciptakan proyek-proyek mencari ribuan pekerja konstruksi tanpa berhasil menerima tukang bermutu sesuai dengan keperluan.

"Di segi lain, para pekerja di sektor informal, mencari pekerjaan dengan segala cara di setiap peluang yang ada yaitu sebuah kewajiban untuk memilih kebutuhan mereka terpenuhi esok hari," ujar Georgi dalam gosip tertulisnya, Senin (20/6/2022)

Sejak 2019, dua anak muda itu berhasil membangun aplikasi "Gravel" yang menolong ribuan owner proyek untuk mendapatkan pekerja konstruksi yang terjamin kualitasnya, mengendalikan waktu pembuatan sesuai dengan keperluan dan mengendalikan progress proyek para pekerja melalui aplikasi tanpa mesti hadir ke lokasi. Sementara itu ribuan teman konstruksi juga telah disalurkan dan menerima pekerjaan.

"Gravel mempunyai misi untuk membuka lebih banyak lapangan pekerjaan dan menyebarkan kesejahteraan pekerja konstruksi. Karena Gravel ialah untuk mencapai dan menciptakan lebih mudah pemilik proyek di daerah lain, supaya menerima pekerja konstruksi berkualitas, serta membuka lapangan pekerjaan yang lebih besar terhadap para pekerja konstruksi" jelas ujar Georgi Putra CEO Gravel.

Gravel hadir dengan mengusung menjinjing tagline "Hari Ini Kerja, Besok Pasti Gajian." Sejalan dengan kebijakkan Gravel yang memilih adanya honor yang dibayarkan setiap harinya, supaya para pekerja konstruksi bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarga dan memperbaiki taraf kehidupan mereka.

"Harapannya mampu menghilangkan kegelisahan para pekerja akan biaya makan, biaya angkutandari dan ke kawasan proyek, dan uang yang harus dikirimkan ke keluarga di rumah, biar mereka mampu fokus menyelesaikan proyek tepat waktu. Pembayaran yang mampu dicairkan saban hari juga akan membentuk kemandirian finansial para tukang serta mempertahankan keselarasan relasi antar manusia di proyek," jelasnya.

Salah satu CEO Gravel Fredy Yanto juga menuturkan, duduk dilema kedua yang harus diatasi ialah efisiensi proyek, utamanya dalam hal mencari pekerja. Dalam suatu proyek konstruksi, 30 persen hingga 50 persen biaya proyek yaitu untuk pengadaan dan operasional pekerja.

"Selain upah harian, pengadaan dan operasional tukang meliputi biaya penelusuran serta angkutanpara tukang ke lokasi proyek. Para tukang ini lazimnya hanya mempunyai jalan masuk terhadap proyek yang tersedia melalui kenalan-kenalan saja," ungkapnya.

Menurutnya, para mandor lazimnya membutuhkan waktu sekitar 7 hari untuk memenuhi usul keperluan tukang dalam jumlah banyak. Kendalanya tidak berhenti di sana. Setelah tukang tiba, pemilik proyek masih harus menghadapi warta kualitas tukang dan akad mereka terhadap penyelesaian proyek yang sedang berjalan.

"Gravel lahir dan ingin menjadi salah satu dongeng sukses dengan sukses membuka pekerjaan bagi ribuan tukang di seluruh Indonesia untuk menerima pekerjaan dan memecahkan problematika para pembangun proyek yang kesulitan mencari tukang yang perkasa lewat teknologi," pungkasnya.



Simak Video "4 Aplikasi Wajib Bagi Para Pekerja"
[Gambas:Video 20detik]

Posting Komentar

0 Komentar