Elon Musk Punya Putri Transgender, Ingin Ganti Nama Dan Jauhi Ayahnya

CEO, and chief engineer at SpaceX, Elon Musk and his mother, supermodel Maye Musk, arrive for the 2022 Met Gala at the Metropolitan Museum of Art on May 2, 2022, in New York. - The Gala raises money for the Metropolitan Museum of Arts Costume Institute. The Galas 2022 theme is
Putri Transgender Elon Musk Ingin Ganti Nama untuk Jauhi Ayahnya (Foto: AFP/ANGELA WEISS)

LMC -

Putri transgender Elon Musk mengajukan ajakan untuk mengubah namanya mudah-mudahan sesuai dengan identitas gendernya. Pergantian nama ini juga diajukan untuk menjaga jarak dari ayahnya.

"Saya tidak lagi tinggal bareng atau ingin bekerjasama dengan ayah kandung saya dalam cara dan bentuk apapun," tulis putri Musk dalam petisi yang didaftarkan ke Pengadilan Tinggi Los Angeles County, seperti dikutip dari Reuters, Selasa (21/6/2022).

Putri Elon dulunya bernama Xavier Alexander Musk. Pada bulan April 2022, dia menginjak usia 18 tahun dan tidak lama kemudian mengajukan petisi untuk mengganti namanya sesuai identitas gendernya.

Dalam dokumen yang diajukan, ia meminta pengadilan untuk mengabulkan permintaannya untuk mengganti gendernya dari pria menjadi wanita dan mendaftarkan nama barunya.

Nama gres yang beliau daftarkan ialah Vivian Jenna Wilson. Nama belakang Wilson diambil dari nama ibu kandungnya, Justine Wilson, yang bercerai dengan Elon pada tahun 2008.

Elon Musk menikahi Justine Wilson pada Januari 2000. Setelah kehilangan anak pertamanya, Nevada, pada tahun 2002 alasannya adalah sindrom ajal bayi secara tiba-tiba, Musk dan Wilson lalu dikaruniai anak kembar pada April 2004 yang diberi nama Griffin dan Xavier.

Dua tahun setelahnya, Musk dan Wilson menyambut kemunculan tiga anak kembar yang diberi nama Kai, Saxon, dan Damian. Setelah bercerai pada tahun 2008, Musk dan Wilson menyebarkan hak ajar untuk kelima anaknya.

Dalam dokumen yang didaftarkan di pengadilan, Vivian tidak pertanda kontradiksi hubungannya dengan ayahnya dengan lebih lanjut. Tapi nampaknya dia ingin menjaga jarak dengan Musk yang telah beberapa kali mengejek kelompok LGBTQ di Twitter.

Dalam cuitan Musk yang diunggah pada Juli 2020, dia menulis 'pronouns sucks' namun lalu dihapus setelah dikonfrontasi oleh musisi Grimes yang adalah kekasihnya di ketika itu. Beberapa bulan kemudian, Musk mengejek orang-orang yang memasang kata ganti menyerupai he/him di bio Twitter.

Setelah dikritik oleh netizen alasannya yaitu cuitannya yang dianggap mengejek, Musk kemudian membela dirinya dengan memberikan bahwa ia pundak-membahu mendukung orang-orang transgender.

"Saya sungguh-sungguh mendukung trans, namun semua kata ganti ini adalah mimpi buruk estetika," kata Musk dalam cuitan yang diunggah pada Desember 2020.



Simak Video "Elon Musk Sindir TikTok Menghancurkan Peradaban"
[Gambas:Video 20detik]

Posting Komentar

0 Komentar