Pengakuan Ganja Jadi Angin Segar Bagi Pasien Kanker Di Thailand

Legalisasi ganja: Rakyat Thailand dapat tanam mariyuana di rumah mulai 9 Juni, tetapi tidak diisap untuk gitingLegalisasi ganja jadi angin segar bagi pasien kanker di Thailand (Foto: BBC Magazine)

LMC -

Sudah lebih dari sepekan setelah pemerintah Thailand melegalkan ganja. Para pasien dan penderita penyakit berat yang menggunakan flora itu untuk pengobatan, merasa bersyukur alasannya harga obat-obatan ekstrak ganja menjadi lebih murah.

Seperti yang dimengerti, Thailand menjadi negara di Asia Tenggara pertama yang melegalkan penanaman dan konsumsi ganja pada 9 Juni 2022 lalu. Pemerintah lokal juga akan terus mendorong peningkatan pertanian ganja dengan membagikan bibit-bibit berkualitas terhadap masyarakat.

Pendorongan produksi ini dibutuhkan untuk memperkaya varietas ganja sehingga kualitasnya menjadi yang terbaik di dunia, untuk tujuan medis.

Salah satu penderita kanker payudara asal Thailand, Jiratti Kuttanam (42) membagikan pengalamannya dalam membeli obat-obatan dari ekstrak ganja. Ia mengaku merasa senang dengan keputusan pemerintah karena sebelumnya mesti mengeluarkan uang mahal untuk sejumlah obat pengurang rasa sakit yang yang dibikin dari ganja.

Obat-obatan dari ekstrak ganja telah dilegalkan di Thailand semenjak 2018. Namun sebelum pemerintah menciptakan kebijakan baru, Jirrati mengaku kesusahan menerima obat ekstrak ganja sebab harganya mahal. Bahkan menurut pengakuannya, banyak pasien mesti membeli dari pedagang ilegal.

"Saya kerap mengonsumsi ganja secara berkala mudah-mudahan tidak mencicipi sakit," kata Jirrati, dikutip dari Reuters, Senin (20/6/2022).

Sejak lima tahun lalu, Jirrati sudah didiagnosa mengidap kanker payudara. Selama dua tahun belakangan, beliau kerap menggunakan minyak dari ganja dan produk yang lain untuk menghemat rasa sakit, muntah-muntah, kecapekan dan kecemasan usai kemoterapi.

Ia juga kerap merebus daun ganja untuk dijadikan teh dan menyanggupi ruangan apartemennya dengan aroma ganja.

Meski sudah dilegalkan, Jirrati mengingatkan bahwa ganja mampu menjadi berbahaya bila dipakai secara sembrono dan tidak bertanggung jawab. Tetapi kalau digunakan dengan tujuan tertentu, akan menjadi produk yang sangat berguna.

"Saya rasa orang-orang perlu diedukasi, kalian perlu tahu cara penggunaannya yang sempurna. Itu (ganja) mampu menjadi berbahaya ," imbuhnya.



Simak Video "Warga Sambut Gembira Dilegalkannya Ganja di Thailand"
[Gambas:Video 20detik]

Posting Komentar

0 Komentar