Temuan Cacar Kera Di Air Mani Disorot Who, Amankah Berhubungan Seks?

ilustrasi spermaJejak virus cacar kera didapatkan di air mani (Foto: iStock)

LMC -

Pertanyaan terkait penularan cacar simpanse melalui hubungan seksual kian besar lengan berkuasa pasca temuan virus cacar kera pada air mani. Temuan tersebut mengacu pada pengamatan terhadap pasien cacar simpanse di Italia baru-gres ini. Disorot Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), bagaimana penduduk harus merespon temuan tersebut?

"Dalam hal beberapa temuan dalam air mani, ibarat yang diterbitkan ahad kemudian, ada beberapa pasien di antaranya yang telah diuji air mani untuk virus dan kembali konkret," ujar pejabat WHO Catherine Smallwood dikutip dari Newsweek.

"Itu tidak merubah analisa kami tentang rute transmisi di kini ini yang kami lihat di dikala ini, yang sebagian besar didasarkan pada kedekatan fisik yang sangat erat antara individu, kontak kulit-ke-kulit, kulit-ke-mulut, dan itulah yang mendorong transmisi di dikala ini," sambungnya.

Lebih lanjut, terhadap orang-orang yang habis mengalami cacar monyet, Smallwood menganjurkan penggunaan kondom di saat bekerjasama seks sampai 12 ahad meski gejala-gejalanya sudah terselesaikan. Langkah tersebut ialah sikap atas temuan virus cacar kera pada air mani.

"Rekomendasi kami untuk pasien yang menderita cacar simpanse, sesudah semua tanda dan tanda-tanda cacar kera, tergolong resolusi lengkap dari ruam dan koreng sudah dituntaskan, kami masih menyarankan pasien untuk mengerjakan relasi seks yang lebih kondusif dengan dokter," bebernya.

"Penggunaan kondom sampai 12 ahad selaku tindakan pencegahan, sementara kami lebih mengerti keberadaan virus dalam air mani," sambung Smallwood.

Terlepas dari temuan tersebut, Smallwood menjabarkan bahwa penularan utama cacar simpanse ialah melalui kontak fisik dekat.

"Cara penularan selama kontak seksual tetap tidak dimengerti; sementara diketahui bahwa kontak fisik yang erat mampu memicu penularan. Tidak terperinci apa tugas cairan badan seksual, tergolong air mani dan cairan vagina, berperan dalam penularan cacar simpanse," jelasnya.

Seiring itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebut penularan cacar simpanse lewat kontak dengan air mani atau cairan vagina belum dikenali secara pasti. Direktur CDC Rochelle Walensky menyebut, ruam badan yang disebabkan oleh cacar kera sanggup terlihat menyerupai dengan sifilis atau herpes.

"Penting untuk dimengerti bahwa duduk perkara cacar kera mungkin menyerupai dengan beberapa benjol menular seksual. Ini sanggup disalahartikan selaku diagnosis lain," kata Walensky.

"Penyedia layanan kesehatan dilarang mengesampingkan cacar monyet cuma lantaran pasien memiliki diagnosis lain atau Infeksi Menular Seksual (IMS) lain," pungkasnya.



Simak Video "Imbauan dari CDC AS Terkait Cacar Monyet"
[Gambas:Video 20detik]

Posting Komentar

0 Komentar